VAR Membuat Euro 2020 Semakin Baik Secara Statistik

Prinsip Dasar VAR

Refereeing Chief UEFA, Roberto Rosetti percaya bahwa semakin bertambahnya penalti di Euro 2020 dari 2016 adalah pertanda bahwa VAR bekerja dengan baik.

Akan tetapi, Rosetti juga mengingatkan bahwa sepak bola sedikit dalam bahaya apabila terus menghukum pelanggaran kecil.

Sejumlah 14 tendangan penalti sudah muncul dalam 36 pertandingan babak grup.

Untuk perbandingan, pada babak grup Euro 2016, hanya ada 7 tendangan penalti yang wasit berikan.

Rosetti kembali mengingatkan bahwa prinsip dasar VAR adalah intervensi seminimal mungkin untuk keuntungan maksimal.

Kita tahu bahwa ini adalah proyek penting dan tidak mungkin untuk kembali (ke masa sebelum VAR).

Tentunya tingkat akurasi akan meningkat.

Sebelum ada VAR, banyak sekali pelanggaran di kotak penalti yang wasit lewatkan.

Namun, saat ini, tidak mungkin untuk melewatkan pelanggaran seperti itu.

Kami sangat paham dengan kekuatan dan juga keterbatasan proyek ini (VAR).

VAR adalah proyek Formula One dan untuk itu, kami membutuhkan pilot-pilot yang handal.

Kami harus menemukan keseimbangan antara intervensi karena target kami untuk tetap membuat sepak bola seperti sedia kala.

Tidak bisa diterima untuk mempelajari semua tarikan atau dorongan kecil atau kontak kecil.

The Laws of The Game sudah jelas.

Kami ingin intervensi seminimal mungkin untuk keuntungan maksimal dan kami hanya ingin mengintervensi hanya untuk kesalahan yang jelas dan terlihat.

Penalti 50:50 Tidak Ada di Euro 2020 Karena VAR

Rosetti menyoroti penalti yang terjadi setelah pengecekan VAR dalam pertandingan antara Belanda melawan Austria dan Spanyol kontra Polandia.

Saat itu, David Alaba menginjak kaki Denzel Dumfries dan terdapat pula pelanggaran Jakub Moder kepada Gerard Moreno.

Selain itu, Rosetti juga menyoroti bahwa VAR tidak mengintervensi ketika penyerang Inggris, Raheem Sterling mendapatkan kontak dari pemain Skotlandia, Andrew Robertson karena “sedikit kontak.”

Ditanya mengenai tekel Bruno Fernandes kepada Kingsley Coman ketika Perancis menghadapi Portugal, Rosetti menjawab: “Kami tidak suka penalti yang soft.”

Standar wasit di turnamen ini mendapatkan banyak pujian.

Secara Statistik, VAR Membuat Euro 2020 Semakin Baik

Dilansir dari situs berita bola Peluit Panjang, sejauh ini, sudah ada 12 keputusan yang berubah karena VAR.

Dari 12 tersebut, 7 di antaranya langsung diberikan keputusan melalui ruang VAR dan 5 di antaranya harus melihat kamera terlebih dahulu.

Secara keseluruhan, 179 insiden sudah VAR periksa dan 91,6% keputusan di dalam lapangan adalah tepat di dalam lapangan.

Setengah dari keputusan tersebut adalah offside.

Rinciannya adalah 21 offside tipis di mana 6 di antaranya membutuhkan VAR untuk mendapatkan keputusan yang tepat.

Rosetti juga merasa bahwa para tim dan pemain sudah cukup menaati peraturan handball yang baru.

Pada peraturan terbaru tersebut, pelanggaran hanya terjadi apabila seorang pemain membuat tubuhnya secara tidak alami lebih besar atau dalam kasus Giorgio Chiellini, tidak sengaja menyentuh bola dengan tangan yang membuat bek tengah Italia tersebut mencetak gol.

Kemudian, Rosetti juga memuji sikap dan perilaku para pemain di mana terjadi 105 pelanggaran lebih sedikit di fase grup Euro 2020 apabila melihat perbandingannya dengan Euro 2016: 806 berbanding 911.

Selain itu, kartu kuning yang keluar dari kantong wasit pun juga berkurang: 98 berbanding 129, berjumlah 31 kartu kuning lebih sedikit.

Namun, untuk kartu merah, masih sama dengan gelaran sebelumnya (2).

Dengan begitu, maka kehadiran VAR di Euro 2020 ini jelas membantu turnamen menjadi lebih sportif dan lebih baik.

Para pemain tentunya akan berpikir 2 kali untuk membuat pelanggaran atau diving secara gamblang atau sembunyi-sembunyi karena sepak bola saat ini sudah terpantau oleh kamera VAR.

Sehingga, tingkat sportivitas permainan ini meningkat.

Untuk para penonton, tentunya bantuan VAR akan membuat pertandingan menjadi semakin seru dan menarik.